"Hakim yang ada pada diri kita sendiri ini kadang memang harus dihancurkan.
Seperti saat kita tidak mengetahui apa-apa yang terjadi pada mereka di belahan dunia yang lain.
Atau saat dia mengalami saat-saat sulit tanpa pernah kita ketahui darah dan lukanya.
Tetapi kita terus mempercayai hakim kita ini dan menuhankan ego dan berkeyakinan bahwa mereka tidak.
Kadang kenyataannya kita memang terlalu kejam, meskipun itu hanya akan disadari ketika kita telah melukai."
Saya mencoba membebaskan kamu dari penghakiman itu.
Agar suatu waktu nanti saya tidak menyalahkan diri sendiri.