Friday, December 7, 2012

Mendung Yang Menggantung

Tadi malam, aku memimpikanmu.
Wajahmu pucat, senyummu tidak sehat.
Apa kau baik saja?
Aku ingin melihatmu.
Tapi tidak ada yng bisa aku lakukan.
Aku hanyalah mendung yang menggantung.

Sudah banyak awan yang aku tumpangi.
Mencoba mencari dimana kamu bersembunyi.
Tapi sampai matahari akan pergi,
Kamu belum juga menampakkan diri.



Pikirku buntu.
Sudah tidak ada lagi celah untuk mencari kemana lagi pergimu.

Atau, harus kah aku menjadi hujan?
Agar airku mampu mengalir hingga ujung kakimu?
Namun setelah itu aku akan menghilang.
Mengalir dilautan.
Apa aku harus mengorbankan diri, demi melihatmu lagi?

Aduh, matahari sudah mau pergi.
Tapi kamu juga tak lekas mengerti khawatir ini.
Bagaimana ini?

Baiklah.
Aku akan menjadi hujan.

Semoga, setelah aku pergi,
Tuhan akan menjagamu sampai aku berkondensasi.
Kuharap, akan segera bertemu kamu,
Wahai, Pelangi.