Hai kamu,
Ini adalah surat terakhir di bulan Januari.
Minggu keempat Januari, hujan masih datang berganti-ganti. Kadang menenangkan, kadang menyegerakan untuk kita bergegas pulang. Bagaimana dengan hujanmu kali ini? Aku, masih sering seperti beberapa waktu dulu. Menunggumu.
Aku pernah bilang kepadamu, bagiku menunggu adalah membaca. Apa saja. Membaca buku, membaca embun di sudut jendela, membaca ramai di pertigaan ketiga, hingga membacamu. Mungkin bagimu aku menyukai diam, tidak, aku sedang menyalakan keramaian di kepala. Denganmu, aku merayakannya.
Masihkah kamu ingat bagaimana? Dinosaurus yang berada di sebelah selatan Jogja? Teori tentang dunia? Hingga terakhir supernova? Ah, aku ingat.
Tapi mungkin musim telah berganti, hujan pun terlalu sering membasuh tanah yang kita pijaki. Hingga dasarnya hanyut kesana kemari.
Bagaimana dengan hujanmu di kepala? Semoga airmata tidak sedang deras-derasnya hingga melenyapkan apa yang kita jaga.
Aku masih menunggumu pulang.