Aku ingin menceritakan kepadamu tentang perempuan dan laki-laki yang bersahabat sejak kecil. Mereka ditakdirkan hidup bersebelahan, sehingga secara tidak langsung mereka tumbuh dan bersosialisasi bersama-sama. Tidak ada yang aneh dengan kehidupan mereka berdua. Hingga, selama bertahun-tahun kemudian, ketika mereka beranjak dewasa, mereka mulai menjauh. Bukan karena sengaja, tapi semesta yang membuat segalanya tak lagi sama.
Akrab dengan cerita seperti itu, pasti membuat kita menebak endingnya. Jatuh cinta. Ya.
Pernahkah kalian benar-benar menyadari bahwa tidak ada yang klise di dunia ini? Seperti jatuh cinta? Sebab, dengan kekompleksan khas manusia, setiap bilangan cinta tak pernah bisa dianggap sama, bagaimana faktor pemicu dan penyebabnya.
Aku pernah mengalaminya, dijatuhi cinta yang tidak tau harus aku rawat bagaimana. Perhatian yang tidak tau harus diberi reaksi seperti apa. Karna pada kenyataanya, aku tak merasakan hal yang sama. Bahkan, kejadian macam begitu malah membuatku berpikir yang bukan-bukan. Tentang apa dan bagaimana nanti akhirnya. Memisahkan atau merekatkan. Menjauhkan atau mendekatkan.
Bagaimana pun, cerita ada yang harus diakhiri. Bagi sebagian cinta diam-diam, yang tidak ingin dilanjutkan, mungkin memang sengaja dibiarkan begitu. Mendamba yang tidak ada akhirnya. Tapi, bagiku, segala memang harus ada ujungnya. Setidaknya bila aku harus mendengar kata 'tidak', aku masih memilih bertahan atau meninggalkan. Melanjutkan hidup atau mempertahankan. Setidaknya jawaban akan mengantarkan pada pilihan, bukan?
Ah, mungkin aku hanya rindu lelaki yang susah berkabar itu. Hidup di pulau sebrang yang sulit sinyal memang menyebalkan.