Entah ini kali keberapa aku mencoba menuliskan segala hal yang ingin aku tuliskan. Pada beberapa hal yang aku coba untuk ungkapkan, pada beberapa hal yang ku coba untuk disampaikan, nyatanya, semua percobaan berhenti pada kenyataan bahwa aku belum bisa terbiasa menulis (lagi).
Kamu mungkin tau, seberapa sering aku dulu menulis, mengungkapkan segala yang tidak sempat tersampaikan kepada orang-orang, mencoba memetakan isi kepala diri sendiri, hingga membagi serapah yang berujung pada kenyaatan bahwa pada akhirnya harus menerima lagi.
Terima kasih karena telah hadir, kamu. Memerangi setiap sepi yang aku bangun sendiri. Meruntuhkan tembok tinggi yang mengungkung diri. Dan, menawarkan segala bersama yang dulu sempat aku tolak berkali-kali. Terima kasih.
Mungkin ini semacam perpindahan yang rumit. Hingga terkadang, segala yang ada di kepala semakin membuat tali berbelit. Sebuah keputusan yang terkadang masih membuatku semacam tertegun dengan apa yang ada sekarang, kenyataan bahwa "hey, aku punya kamu sekarang". Dan membagi kepercayaan bahwa aku memang dibutuhkan dan diinginkan. Menenangkan.
Bila kubilang, perpindahan ini bukan hal yang gampang. Sulit tapi bisa. Harus bisa. Apalagi buatku yang terlalu keras kepala dan konvensional. Apalagi buatku yang menolak segala usulan berkali-kali karena ego yang tinggi. Dan merasa apa-apa bisa sendiri. Pasti ini melelahkan bagimu. Maaf, sungguh.
Kamu, terima kasih karena sabar menemani dengan segala lonjakan akibat perpindahan ini. Terima kasih karena mengingatkan berkali-kali bahwa aku tidak sendiri lagi. Terima kasih karena masih mempertahankan dan memperjuangkan sampai detik ini.
Kemari, dan mari kita naik ke tangga yang lebih atas lagi. Berjalan dan berlari sampai di titik finish. Dan menyelesaikan perjalanan yang entah akan semelelahkan apa sampai diujung nanti. Aku hanya bisa mengusahakan agar aku selalu bisa menemani. Dan ditemani.
-tulisan ini juga saya muat di blog saya yang lain.