Friday, March 22, 2013

The Boy And The Girl Who Can't Break Up

Aku memaksa mataku untuk tetap memandangmu. Mencari jawaban dari apa yang baru saja aku lontarkan. "Lalu, bagaimana sekarang?".
Aku tahu, dan kamu pun juga mengakui bila kita sudah tidak sama-sama jatuh cinta lagi.
Tapi entah mengapa perpisahan bukan yang aku inginkan.
Aku hanya mencari biasan dari apa yang aku lontarkan.
"Ya kita tidak bagaimana-bagaimana." Jawabmu. Entah kenapa, aku merasa lega.
"Yakin? Terus?" Aku mencoba mencari kepastian. Semoga, jawabanmu tadi tidak hanya sekedar candaan.
"Yakin. Ini yang kita sama-sama inginkan." Matanya kini menatapku. Aku tahu, dia pasti juga menyadari bahwa ini juga keinginanku.
Tidak ada perubahan.

Mataku sendu, yang kini juga milikmu.
Mungkin, kita memang sudah ditinggalkan rasa. Tapi kita menolak untuk didiami lupa.